Senin, 30 September 2013


DEMI TUHAN, SAYA ATHEIS


Mentari pagi bersinar membelah kegelapan bumi
Bulan purnama datang merobek-robek malam yang gelap-gulita
Bintang-bintang menghiasi indahnya malam-malam sunyi
Cahaya di atas cahaya menerangi hati dan akal manusia yang hendak menyaingi Tuhan atau bahkan mengingkari keberadaanNya

Sungguh Manusia benar-benar menjadi hina
Karena kebodohan-kebodohan yang dibuatnya
Manusia benar-benar telah menganiaya dirinya
Dengan kesombongan-kesombongan dan perilaku-perilaku buruk yang telah membuatnya menjadi celaka

Manusia-manusia itu ada yang berfikiran ngawur
Dengan berlandaskan prasangka-prasangka, mereka menganggap tuhan sebagai sebuah tahayyul
Ada juga yang imannya sering kabur
Hingga Tuhanpun disembunyikan di bawah kasur

Sebagian  lagi ada yang suka ngelindur
Entah sengaja atau tidak mereka beranggapan tuhan saat ini sedang terlelap tidur
Tapi ada, sebagian dari manusia-manusia itu yang betul-betul mabrur
Dengan hati dan akal sehatnya, mereka berani berkata..dan bersikap jujur

Andai rasa lapar bisa aku atur
Aku tak perlu merasakan kelaparan
Andai rasa haus bisa aku undur
Cukup sekali saja aku merasakan kehausan

Rasa haus, lapar
Keinginan untuk buang hajat kecil atau besar
Masa kanak-kanak, remaja, masa tua, dan masih banyak lagi hal lainnya
Manusia mana yang mampu mengatur dan membolak-balikkan semua itu sesuai keinginan pribadinya?

Jika kehidupan adalah milikku
Harusnya aku terus hidup dalam kehidupan
Jika kematian adalah hakku
Akan kubunuh kematian itu, agar aku tidak akan pernah merasakan kematian

Jika kehidupan dan kematian adalah kuasaku
Aku akan hidup, aku akan mati, dan aku akan hidup lagi sesusai keinginanku sendiri dan bukan keinginan siapa saja!,  sekalipun Dia adalah Tuhan.!
Jika semua yang ada pada diriku dan apa saja yang ada hubungannya denganku adalah kuasa atas keinginanku dan kuasa atas keputusanku
Maka, demi Tuhan..!, aku adalah seorang atheis yang tidak lagi membutuhkan keberadaan Tuhan!!!



Yogyakarta 30-09-2013


Habib Asyari Ahmad

Sabtu, 21 September 2013

INI TIDAK MUNGKIN!, MUHAMMAD PASTI MENGGUNAKAN MIKROSKOP!

Dr. Keith L. Moore, MSc, PhD, FIAC, FSRM :
Dia adalah Presiden AACA (American Association of Clinical Anatomi ) antara tahun 1989 dan 1991.
Ia manjadi terkenal karena literaturnya tentang mata pelajaran Anatomi dan Embriologi serta dengan puluhan kedudukan dan gelar kehormatan dalam bidang sains.

Dia menulis bersama profesor Arthur F. Dalley II, Clinically Oriented Anatomy, yang merupakan literatur berbahasa Inggris yang paling populer dan menjadi buku kedokteran pegangan di seluruh dunia, digunakan oleh para ilmuwan, dokter, fisioterapi dan siswa seluruh dunia.

Pada suatu waktu, ada sekelompok mahasiswa yang menunjukkan referensi Al Qur'an tentang 'Penciptaan Manusia' kepada Profesor Keith L Moore, lalu sang Profesor melihatnya lalu barkata :

"Tidak mungkin ayat ini ditulis pada tahun 7 Masehi, karena apa yang terkandung di dalam ayat tersebut adalah Fakta Ilmiah yang baru diketahui oleh Ilmu Pengetahuan Moderen! Ini Tidak Mungkin, Muhammad pasti menggunakan Mikroskop!"

Para Mahasiswa tersebut lalu berkata :
"Prof, bukankah saat itu Mikroskop juga belum ada?"
"iya iya saya tau, saya hanya bercanda, tidak mungkin Muhammad yang megarang ayat seperti ini" jawab sang profesor....

*

Dalam Firman Allah :

"Kemudian Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan alaqoh (sesuatu yangmelekat), lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya mahluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik" [QS. Al Mu'minuun: 13-14]

Jika di cermati lebih dalam, sebenarnya 'alaqoh' dalam pengertian Etimologis yang biasa di terjemahkan dengan 'segumpal darah' juga bermakna 'penghisap darah', yaitu lintah. Padahal tidak ada pengumpamaan yang lebih tepat ketika Embrio berada pada tahap itu, yaitu 7-24 hari, selain seumpama lintah yang melekat dan menggelantung di kulit. Embrio itu seperti menghisap darah dari dinding Uterus, karena memang demikianlah yang sesungguhnya terjadi, Embrio itu makan melalui aliran darah. Itu persis seperti lintah yang menghisap darah. Janin juga begitu, sumber makanannya adalah dari sari makanan yang terdapat dalam darah sang ibu.

Ajaibnya, Embrio Janin dalam tahap itu jika di perbesar dengan mikroskop bentuknya benar-benar seperti lintah. Dan hal itu tidak mungkin jika Muhammad sudah memiliki pengetahuan yang begitu dahsyat tentang bentuk janin yang menyerupai lintah lalu menulisnya dalam sebuah buku. Padahal pada masa itu belum di temukan Mikroskop dan Lensa. Jelas itu adalah pengetahuan dari Tuhan, itu wahyu dari Allah SWT, yang Maha Mengetahui segala Sesuatu.

Ayat tersebutlah yang membuat sang profesor akhirnya memeluk agama islam dan merevisi beberapa kajian ilmiahnya karena Al Qur'an ternyata telah menjawab beberapa bagian yang selama ini membuat yang profesor gusar dan merasa materi yang ditelitinya selama ini terasa belum lengkap atau ada tahapan dari perkembangan Embrio yang kurang.

Subhanallah

semoga bermanfaat...-:)

Kamis, 12 September 2013


ASAL-USUL NAMA SUMATERA


Nama asli sumatera dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat adalah “pulau emas”. Minangkabau mengenal istilah pulau ameh dalam cerita Cindur Mata. Di Lampung dalam sebuah cerita, dalam cerita rakyatnya tercantum Tanoh Mas untuk menyebut pulau mereka yang besar itu. pendeta tsing (634-713) dari Cina yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya pada abad ke-7 menyebut pulau sumatera dengan nama chin-chou yang berarti “negeri emas”.

Dalam berbagai prasasti,  pulau sumatera disebut dalam bahasa sansekerta sebagai Suwarnadwipa (pulau emas) atau Suwarnabhumi (tanah emas). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum masehi. Naskah Budha yang termasuk paling tua dalam kitab Jataka menceritakan bahwa pelaut-pelaut India menyeberangi Teluk Banggala ke Suwarnabhumi. Dalam cerita Ramayana dikisahkan pencarian dewi shinta, isteri Rama yang diculik Ravana sampai ke Suwarnabhumi.

Para musafir arab menyebut pulau sumatera dengan nama Suwarandib, transliterasi dari nama Suwarnadwipa. Abu Raihan Al-Biruni, ahli geografi Persia yang mengunjungi Sriwijaya pada tahun 1030 mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di Pulau Suwarandib.

Di kalangan bangsa Yunani purba, Pulau Sumatera sudah dikenal dengan nama Taprobana. Nama Taprobana Insula telah dipakai oleh Klaudios Ptolemaios, ahli geografi Yunani abad kedua Masehi, Tepat tahun 165 ketika dia menguraikan daerah Asia Tenggara dalam karyanya Gheoghaphike Hypeghesis. Ptolemaios menulis bahwa di Pulau Taphobrana terdapat negeri Barousai yang dimaksudkan adalah Barus di pantai barat Sumatera yang terkenal sejak zaman purba sebagai penghasil kapur barus.

Naskah Yunani tahun 70, periplous tes Erythras Thalasses, mengungkapkan bahwa Taprobana juga dijuluki Chryse Nesos yang artinya “pulau emas”. Sejak zaman purba para pedagang dari daerah sekitar laut tengah sudah mendatangi tanah air kita, terutama Sumatera. Di samping mereka mencari emas mereka juga mencari kemenyan (Styrax sumatrana), dan kapur barus (Drayobalanops Aromatica) yang saat itu hanya ada di Sumatera. Sebaliknya para pedagang Nusantarapun sudah menjajakan komoditi mereka sampai ke Asia Barat dan Afrika Timur, sebagaimana tercantum pada Naskah Historia Naturalis karya plini abad pertama masehi.

Dalam kitab umat Yahudi “Malakim” (raja-raja) pasal 9 diterangkan bahwa Nabi sulaiman a.s. raja Israel menerima 420 talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan Beliau. Emas itu didapatkan dari negeri Ophir.  Kitab Al-qur’an surat Al-Anbiyaa’ 81 menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s. berlayar ke tanah yang kami berkati atasnya (al ardlo allati baaroknaa fiihaa).

Nama Sumatera sendiri berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad 13 dan abad 14. Para musafir Eropa sejak abad 15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau. Ibnu Bathutah bercerita dalam kitab Rihlah ilal masyriq (pengembaraan ke timur) bahwa pada tahun 1345 dia singgah di Kerajaan Samatrah.

Pada tahun 1490 Ibnu Majid membuat peta daerah Samudera Hindia dan di sana tertulis Pulau Sumatrah. Peta Ibnu Majid ini disalin oleh Roteiro pada tahun 1498 dan muncullah nama camatarra. Peta buatan Amerigo Vespucci tahun 1501 mencantumkan nama samatara, sedangkan peta Masser tahun 1506 memunculkan nama samatra. Alfonso Albuquerque tahun 1512 menuliskannya dengan camatora. Antonio Pigafetta tahun 1521 memakai nama yang agak benar yakni: Somatra. Catatan-catatan orang belanda dan Inggris, sejak Jan Huygen Van Linschoten dan Sr Francis Drake abad ke-16, selalu konsisten dalam penulisan “Sumatra”. Bentuk inilah yang baku kemudian disesuaikan dengan lidah kita.

Demikianlah sedikit sejarah tentang asal-usul Pulau Sumatera yang kami ambil dari berbagai sumber. Semoga memberikan manfaat buat kita semua..amiin.

“Tuhan Yang Maha Esa” yang lebih mengetahui atas segalanya

Kamis, 28 Maret 2013


SHOLAWAT BOROS BIAYA



Aku mendengar sebuah berita
Di sana ada group sholawat yang luar biasa
Banyak orang di Negri ini yang mengauminya
Karena sang habib adalah pemimpinnya

Sungguh hati ini sangat gembira
Saat mendengar sholawat bergema di mana-mana
Hati ini benar-benar bahagia
Kala mendengar sholawat makin membudaya

Allumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad
Wa ‘ala ali sayyidina Muhammad

Tapi sayang..kegembiraan itu Cuma sekejap saja
Sesaat setelah aku mendengar berita yang cepat beredarnya
Ternyata tidak hanya sholawat yang disanjung-sanjung dan di junjung-junjung
Tarif gilapun juga ikut melambung

Angin keburukan itu
Sungguh kencang menusuk kalbu
Hingga jiwa ini prihatin dan sedikit malu
Lebih-lebih jiwa para ulama’ku

Apa jadinya jika ibadah yang tadinya mudah lagi berkah
kemudian menjadi mahal dan serba salah?

Kenapa group sholawat yang tadinya mempesona
Kini hanya lantunan-lantunan yang terasa hampa
Mungkinkah karena tujuan yang tidak lagi murni
Atau benarkah di sana ada badut-badut yang sengaja meracuni

Aku juga mendengar kabar yang terasa sedikit lucu
Pesantren-pesantren juga ikut mendatangkan group itu
Dengan bangga mereka mengorbankan dana puluhan juta
Tidak hanya sekedar ratusan ribu saja

Sedangkan santri-santri masih bingung memikirkan soal bangku
Demikian juga pensil dan buku
Dan kalian semua tentu juga tahu
Di pesantren ada kegiatan sholawat satu kali dalam seminggu

Orang sudah pintar sholawat
Kok diajarin sholawat…hahaaa

Saudara-saudara pecinta sholawat yang kami hormati
Coba dengarkan maksud baik ini
Berikut adalah kata hati kami
Dan juga kata hati para ulama kami

Sholawat itu harus tetap di dukung
Tapi badut-badut penggila duitnya harus segera dipentung
Agar tarif tidak semakin gila melambung
Sehingga masyarakat tidak lagi berhati bingung

Semoga kebaikan semakin mapan di hati masyarakat
Dzikir dan sholawatnya mendatangkan rahmat
Sehingga kita betul-betul diakui sebagai ummat Muhammad
Dengan mendapatkan syafaat dunia dan ahirat

Selamat menjalankan kebaikan
Dalam semangat dzikir dan sholawatan

Wallohu a’lam

Rabu, 12 Desember 2012


Puisi Kiamat
KAU INI BAGAIMANA


Kau ini bagaimana..
Kau ingin pandai dan serba bisa
Kau tidak sungguh-sungguh mempelajarinya
Kau ingin menjadi kaya
Kau malas dan gemar foya-foya

Kau ini bagaimana...
Kau ingin berkedudukan tinggi
Kau hanya duduk berdiam diri
Kesuksesan dan keberhasilan yang kau cari
Bermalas-malasan yang kau gemari

Kau ini bagaimana...
Katanya kau ingin hidup sejahtera
Kau hanya pandai melamun dan mengeluh saja
Kau ingin bahagia
Jalan kebahagiaan tidak kau laluinya

Kau ini bagaimana...
Kau ingin anakmu bahagia
Kau menyengsarakannya
Kau ingin anakmu pandai
Kau malah membodohkannya

Kau berharap anakmu menjadi taat
Kau menyesatkannya
Kau ingin anakmu bertaqwa
Kau tidak pernah mencontohinya

Kau ini bagaimana...
Kau ingin anakmu menjadi baik
Keburukan selalu kau pamerkan di hadapannya
Kau ingin anakmu berguna
Kau sendiri tidak berguna

Kau ini bagaimana...
Kau ingin agar orang baik padamu
Sikapmu bikin hati orang menjadi pilu
Kau ingin agar orang menghormatimu
Kau hanya menuruti egomu

Kau ini bagaimana...
Katanya kau ingin  taat
Kau hobi maksiat
Kau ingin  bertaqwa
Ketaqwaan hanya di bibirmu saja

Kau ini bagaimana...
Kau ingin jauh dari kerendahan
Teman sendiri kau rendah-rendahkan
Kau ingin jauh dari kesesatan
Saudara sendiri kau sesat-sesatkan

Kau bilang kau benci kemunafikan
Kau malah memunafik-munafikkan kawan
Katanya kau tidak suka kemusyrikan
Kau gemar memusyrik-musyrikkan teman

Kau ini bagaimana...
Kau ingin menjadi orang suci
Kesucian malah kau nodai
Kekafiran yang ingin kau jauhi
Kau malah mengkafir-kafirkan teman sendiri

Kau ini bagaimana...
Kau mengatasnamakan manusia
Kau tidak mau memanusiakan manusia
Kau mengatasnamakan negara
Kau malah merusaknya

Kau mengatasnamakan Agama
Agama kau injak-injak nilainya
Kau mengatasnamakan Tuhan
Tuhan tidak lagi kau anggap namaNya

Kau ini bagaimana..
Kau ingin selamat dunia ahirat
Jalan kecelakaan yang kau buat lewat
Kau ingin masuk Surga dan jauh dari Neraka
Kau menjauh dari jalan tuhan yang maha Esa

KAU INI BAGAIMANA...?!
Jawab di hati masing-masing.


Yogyakarta 12-12-2012


Kamis, 30 Agustus 2012

ZIARAH KUBUR

Ziarah kubur adalah sebuah ritual yang ada sejak zaman dahulu bahkan sebelum diutusnya Nabi Muhammad saw.  ziarah kubur ini seringkali menjadi konflik di tengah masyarakat kita. oleh karena itu kami akan membahasnya dengan cara menunjukkan dasar dan alasan dari masing-masing pihak dengan harapan semoga dengan cara yang demikian ini kita lebih mudah untuk menempuh jalan yang lurus.

A. HUKUM ZIARAH KUBUR:
dalam hal ini terdapat beberapa macam pendapat:

a. yang mengharamkan secara muthlak:
hukum ziarah tersebut hukumnya haram, karena nabi melarang dan bahkan melaknati para peziarah kubur. nabi bersabda:
لَعَنَ رَسُولُ اللهِ زَوَّارَاتِ الْقُبُور
“Rasulullah melaknat (dalam lafadz lain: Allah l melaknat) wanita yang sering berziarah kubur.” (HR. Ahmad)

b. yang menghalalkan ziarah hanya pada orang tuanya.
hukum ziarah itu boleh hanya kepada orang tuanya, karena nabi bersabda: 
ketika anak adam itu meninggal dunia, maka amalnya terputus kecuali 3 perkara: shodaqoh jariyah, ilmu bermanfaat dan anak yang solih.

c. yang menghalalkan ziarah kubur ke tempat yang dekat dan haram ke tempat yang jauh:
- Hukum ziarah itu sunnah. karena nabi telah bersabda: 
نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا
“Aku dulu melarang kalian ziarah kubur, (sekarang) ziarahlah kalian ke kuburan.” (HR. Muslim).
-Tapi tidak diperbolehkan ziarah kubur ke makam yang jauh karena menghabiskan banyak biaya. nabi bersabda:
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ، الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ  وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى
“Tidak boleh melakukan bepergian jauh (demi ibadah di tempat tersebut dengan anggapan mulianya tempat tersebut) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidir Rasul, dan Masjidil Aqsha.” (HR. al-Bukhari)

d. yang menghalalkan secara muthlaq: 
*. pada awal mulanya Nabi melarang para sahabat untuk berziarah kubur bahkan sampai ada sabda:
 لَعَنَ رَسُولُ اللهِ زَوَّارَاتِ الْقُبُور
“Rasulullah melaknat (dalam lafadz lain: Allah l melaknat) wanita yang sering berziarah kubur.” (HR. Ahmad)
hal itu disebabkan karena waktu itu iman dan akidah para sahabat belum mapan sehingga Ketika pondasi Islam telah mantap, hukum-hukumnya telah kokoh, dan rambu-rambunya telah tampak, mereka pun dibolehkan berziarah kubur. dengan demikian hukum ziarah tersebut adalah sunnah karena nabi bersabda:
إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الْآخِرَةَ
“Dulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah kalian ke kuburan karena itu akan mengingatkan kalian kepada akhirat.” (HR. Muslim dari Buraidah bin Hushaib z).
*. ziarah kubur ke tempat yang jauh selagi mampu itu diperbolehkan karena tidak ada larangan untuk ziarah kubur ke tempat yang jauh. sedang hadist nabi: 
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ، الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ  وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى
“Tidak boleh melakukan bepergian jauh (demi ibadah di tempat tersebut dengan anggapan mulianya tempat tersebut) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidir Rasul, dan Masjidil Aqsha.” (HR. al-Bukhari). hadist ini menerangkan tentang hukum bepergian ke masjid dengan maksud bahwa semua masjid di dunia itu sama saja kecuali 3 masjid tersebut dan tidak ada hubungannya dengan ziarah kubur.

Lalu apa tanggapan anda sendiri tentang ziarah kubur setelah kami uraikan masing-masing alasan dari macam-macam pendapat yang berbeda ini..?! secara pribadi kami berpendapat bahwa ziarah kubur itu halal secara muthlak karena tidak ada alasan untuk mengharamkannya.

B. TUJUAN ZIARAH KUBUR

sengaja tujuan ziarah kubur ini kami letakkan setelah hukum ziarah kubur karena kami ingin menghargai mereka-mereka yang mengharamkannya dengan membahas hukumnya terlebih dulu.
berikut adalah tujuan-tujuan ziarah kubur:

1. Mengingat akhirat, mengambil ibrah dan nasihat.
Nabi telah mengisyaratkan hal ini dengan sabdanya:
فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الْآخِرَةَ
“Berziarahlah kalian ke kuburan karena itu akan mengingatkan kalian kepada akhirat.”
2. Berbuat baik kepada mayit
Ini terwujud dengan dia mendoakan dan memintakan ampunan serta rahmat bagi penghuni kubur.
3. Berbuat baik kepada diri sendiri
Dengan melakukan ziarah kubur, dia telah menjalankan dan mengamalkan sunnah Rasulullah.

C. ZIARAH KUBUR DI WAKTU TERTENTU
Banyak sekali orang yang berpendapat tentang ketidakbolehan mengkhususkan ied (hari raya) atau bulan Ramadhan untuk berziarah kubur atau hari-hari tertentu. Ada sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin t, “Apa hukum mengkhususkan hari raya dan hari Jum’at untuk berziarah kubur? Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin t menjawab, “Pengkhususan hari Jum’at dan ied untuk berziarah kubur tidak ada asalnya di dalam sunnah. Pengkhususan ziarah kubur pada hari ied dan keyakinan bahwa hal itu disyariatkan, teranggap sebagai perbuatan bid’ah….” (kutipan dari Fatawa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin 17/286 pertanyaan no. 259)
pertanyaan:
*. salahkah kita jika ziarah kubur menjelang bulan romadlon demikian juga menjelang eid?! tentu saja tidak salah dan itu diperbolehkan.
*. jika ziarah menjelang romadlon dan menjelang eid ( romadlon akhir ) sudah jadi kebiasaan kita dan menjadi tradisi kita apakah itu dianggap salah dan bahkan bid'ah?! tentu saja tidak dan hal tersebut dianjurkan. karena sesungguhnya perbuatan baik itu boleh dilakukan kapan saja dan dimana saja asal tidak bertentangan dengan al qur,an dan al hadits.
*. apa salah jika kita merutinkan ziarah pada hari jum'at?! tentu tidak salah. 
Jika kebiasaan-kebiasaan baik ini dilarang maka sesungguhnya kita tidak boleh mengadakan pengajian di hari tertentu yang kita mau, kita tidak boleh melakukan kesunahan-kesunahn di hari yang kita suka, kita tidak boleh melakukan kebaikan apapun di hari dan kesempatan yang kita inginkan, dan pendapat seperti ini adalah pendapat yang gila dan tidak waras!.
D. RITUAL SAAT ZIARAH KUBUR
ziarah kubur adalah sebuah ibadah yang dianjurkan nabi muhammad saw. lalu apa yang boleh dilakukan saat ziarah atau anjuran apa yang sebaiknya kita lakukan saat kita ziarah? 
Saat ziarah hendaknya kita melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. berdoa untuk diri sendiri, orang lain, dan mayit, karena Alloh berfirman: 
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang“.” (QS. Al Hasyr: 10)
b. Mengingat akhirat, mengambil ibrah dan nasihat bahwa kita semua besok akan menyusul mereka yang sudah meninggal dan kembali kepada Alloh swt.
Nabi telah mengisyaratkan hal ini dengan sabdanya:
فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الْآخِرَةَ
“Berziarahlah kalian ke kuburan karena itu akan mengingatkan kalian kepada akhirat.”
c. membaca alqur'an dan apa saja yang dapat mendekatkan diri kita terhadap Alloh swt. jika ada yang berkata bahwa membaca alqur'an dan kalimah thoyyibah itu bid'ah, maka sesungguhnya membaca alqur'an dan kalimat-kalimat yang diajarkan rosul spt membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan lain-lain itu boleh dilakukan di mana saja dan kapan saja termasuk di kuburan ( selain waktu dan tempat yang dilarang spt: di kamar mandi dll. ).

wallohu a'lam